Sepertinya remeh dan jadi bahan tertawaan, gara-gara putus cinta lantas bunuh diri, entah itu minum racun atau dengan cara gantung diri. Itulah cinta kadang membabi buta, sudah nggak kenal akal sehat lagi. Rasa kecewa yang amat dalam, rasa putus harapan, membuat seseorang nekat untuk melakukan bunuh diri. Sudah banyak cerita tentang ini, cukuplah bagi yang masih hidup menjadi pelajaran, jangan melakukan cara konyol hanya gara-gara cinta. Orang ditolak atau putus cinta rasanya memang seperti langit runtuh, tapi itu bukan alasan kita melakukan apapun termasuk bunuh diri. Tekanan psikologis yang sangat mendalam inilah yang kadang bagi seseorang tak terkendali, sehingga bisa melakukan tindakan di luar penalaran, salah satunya bunuh diri.
Peran guru, orangtua, masyarakat sangat penting untuk mengedukasi remaja yang sangat rentan dengan permasalahan putus cinta, nasehat, tips, bimbingan, sangat membantu mereka untuk lebih terkontrol dan menggunakan akal sehat. Tidak secara sembarangan mengambil jalan pintas yang konyol dan sangat dilarang agama. Salah satu kejadian di tahun 2015 ini yang sangat memilukan adalah siswi SMU 7 Pontianak yang nekad gantung diri di atap kamar tidurnya dan diduga karena putus cinta. Wahai remaja cobalah lebih cermat dan bijaksana, jangan terseret putus asa cinta, jika sudah cukup usia carilah pasangan untuk tujuan menikah, itu lebih baik. Taaruf atau perkenalan sudah cukup jika tujuannya memang untuk menikah, inilah bahaya pacaran dan putus cinta yang memilukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar